aku sadar…….
aku bukanlah orang yang bisa merangkai pesan rindu untuk-NYA
aku sadar……
aku bukanlah orang yang mampu menyampaikan pesan indah untuk-NYA
aku sadar…….
Bahwa ini hanya merupakan suara sumbang dari sudut hati kecil yang setiap saat melengking dan menerawang dalam angan
Karena ku sadar……
aku bukanlah siapa – siapa
aku sadar.......
Ini hanya surat kaleng yang coba melukis Keagungan dan Kasih Sayang-MU
aku sadar......
Ini hanya seonggok teks bersambung yang berupaya mempertanyakan kembali semua aspek kehidupan yang telah engKAU beri.....
Saat engKAU menyapaku dengan hangat dan penuh harap...
aku memalingkan wajah yang masam darimu pandanganmu.
Saat engKAU menyokongkan segenggam rezki untukku...
aku katakan bahwa semua ini tidak ada hubungannya denganmu.
Semua ini kuperoleh dari hasil usahaku sendiri
Saat engKAU mengirimkan padaku berkah kesehatan......
Kugumamkan bahwa semua ini karena perhatianku sendiri pada kesehatan tubuh...
Saat semua bersorak menyembahMU.....
Yang kulakukan hanya menghujatmu...
Dan menganggapMU seonggok pikiran yang tertanan dalam dalam kepalaku sejak lama oleh para pendahuluku.
Tapi .........
Kenapa engKAU begitu mengasihi ciptaanMU........?
Kenapa kasih sayangMU melebihi keperkasaanMU.......?
Kenapa kesabaran dan kecintaanMU meliputi ciptaanMU yang senantiasa
tutup telinga akan seruanMU.....
Tutup mata atas perintahMU.......
Dan tutup mulut akan anjuranMU.....
Namun.......
Kadang kegelisahan dan kersesahan
Menggelanyut dalam angan dan meggugah lewat hati......
Kadang Kerinduan dan Kecintaan
Itu hadir tak kenal waktu...
Hingga aku sadar akan kepongahanku dalam hidup...
Sambil meratap dalam sunyi.......
Kurindu jumpa denganmu
aku bukanlah orang yang bisa merangkai pesan rindu untuk-NYA
aku sadar……
aku bukanlah orang yang mampu menyampaikan pesan indah untuk-NYA
aku sadar…….
Bahwa ini hanya merupakan suara sumbang dari sudut hati kecil yang setiap saat melengking dan menerawang dalam angan
Karena ku sadar……
aku bukanlah siapa – siapa
aku sadar.......
Ini hanya surat kaleng yang coba melukis Keagungan dan Kasih Sayang-MU
aku sadar......
Ini hanya seonggok teks bersambung yang berupaya mempertanyakan kembali semua aspek kehidupan yang telah engKAU beri.....
Saat engKAU menyapaku dengan hangat dan penuh harap...
aku memalingkan wajah yang masam darimu pandanganmu.
Saat engKAU menyokongkan segenggam rezki untukku...
aku katakan bahwa semua ini tidak ada hubungannya denganmu.
Semua ini kuperoleh dari hasil usahaku sendiri
Saat engKAU mengirimkan padaku berkah kesehatan......
Kugumamkan bahwa semua ini karena perhatianku sendiri pada kesehatan tubuh...
Saat semua bersorak menyembahMU.....
Yang kulakukan hanya menghujatmu...
Dan menganggapMU seonggok pikiran yang tertanan dalam dalam kepalaku sejak lama oleh para pendahuluku.
Tapi .........
Kenapa engKAU begitu mengasihi ciptaanMU........?
Kenapa kasih sayangMU melebihi keperkasaanMU.......?
Kenapa kesabaran dan kecintaanMU meliputi ciptaanMU yang senantiasa
tutup telinga akan seruanMU.....
Tutup mata atas perintahMU.......
Dan tutup mulut akan anjuranMU.....
Namun.......
Kadang kegelisahan dan kersesahan
Menggelanyut dalam angan dan meggugah lewat hati......
Kadang Kerinduan dan Kecintaan
Itu hadir tak kenal waktu...
Hingga aku sadar akan kepongahanku dalam hidup...
Sambil meratap dalam sunyi.......
Kurindu jumpa denganmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar