Bersama Laut membuatku sedidkit Takut…
Namun aku tak mesti kaku karna darinya aku dapat mengenal Maut.
Bersama Gua aku bisa menyapa Gelap...
Namun aku tak mesti terlelap karna darinya ku temukan Gemerlap Warna hidup yang membuataku tetap Tegap.
Bersama Gunung & Hutan hidupku terasa nyaman...
Namun aku tak harus bingung saat Tuhan hadirkan Hujan karna Tempayan telah terpampang dan Bayangmu selalu hadir tuk Menghangatkan.
Bersamamu aku jauh lebih bahagia...
walau kita memiliki banyak perbedaan namun kita bisa satu dalam memandang cinta dan kebersamaan.
Bukankah Tuhan mencipta sesuatu karna Cinta…
Bukankah Alam tercipta karna Kepatuhan…
Bukankah Manusia hadir sebagai pelengkap dari Kesempurnaan sebuah kehidupan…
Berdiri diatas lukisan sang bumi lewat gemuruh gempa dari sudut kesunyian…
membuat aku tergelanyut risau dalam peluk kasih sang angin.
hingga Membuat aku berfikir…?
Akankah kita tetap berdiri bersama diatas equilibrium kedamaian.
Menelungkup damai dalam ayunan sang lembah di tepi sepi…
Memaksa aku berbincang lantang dengan angan.
Hingga Membuat aku bertanya…?
Akankah kita tetap berpegangan saat badai menghantam sudut kecil hati kita...
Tertidur pulas disamping pahatan sang tebing yang membentuk gletser dari puncak keabadian…
Gerakkan mimpi menuju pendakian spiritual yang begitu menantang dalam pusat kebekuan…
Hingga membuat aku berharap…?
Semoga engkau selalu tersenyum atas setiap pilihanmu.
Lewat tiupan angin kucoba titip hari esok…
Karna secawan Anggur membuat aku bertambah jauh darimu...
Karna selembar Papir dan Ganja yang menghijau membuatku susah melukis wajahmu dalam pelukkan hangat sang Actuspurus…
Karna sebongkah Sabu tak mampu menggerakkan tubuhku untuk duduk disampingmu & membelaimu…
karna engkau adalah kesempurnaan itu sendiri dan engkau adalah alasan aku hidup sampai saat ini...
smoga damai slalu melingkupi hari-harimu.
Syaloom
Namun aku tak mesti kaku karna darinya aku dapat mengenal Maut.
Bersama Gua aku bisa menyapa Gelap...
Namun aku tak mesti terlelap karna darinya ku temukan Gemerlap Warna hidup yang membuataku tetap Tegap.
Bersama Gunung & Hutan hidupku terasa nyaman...
Namun aku tak harus bingung saat Tuhan hadirkan Hujan karna Tempayan telah terpampang dan Bayangmu selalu hadir tuk Menghangatkan.
Bersamamu aku jauh lebih bahagia...
walau kita memiliki banyak perbedaan namun kita bisa satu dalam memandang cinta dan kebersamaan.
Bukankah Tuhan mencipta sesuatu karna Cinta…
Bukankah Alam tercipta karna Kepatuhan…
Bukankah Manusia hadir sebagai pelengkap dari Kesempurnaan sebuah kehidupan…
Berdiri diatas lukisan sang bumi lewat gemuruh gempa dari sudut kesunyian…
membuat aku tergelanyut risau dalam peluk kasih sang angin.
hingga Membuat aku berfikir…?
Akankah kita tetap berdiri bersama diatas equilibrium kedamaian.
Menelungkup damai dalam ayunan sang lembah di tepi sepi…
Memaksa aku berbincang lantang dengan angan.
Hingga Membuat aku bertanya…?
Akankah kita tetap berpegangan saat badai menghantam sudut kecil hati kita...
Tertidur pulas disamping pahatan sang tebing yang membentuk gletser dari puncak keabadian…
Gerakkan mimpi menuju pendakian spiritual yang begitu menantang dalam pusat kebekuan…
Hingga membuat aku berharap…?
Semoga engkau selalu tersenyum atas setiap pilihanmu.
Lewat tiupan angin kucoba titip hari esok…
Karna secawan Anggur membuat aku bertambah jauh darimu...
Karna selembar Papir dan Ganja yang menghijau membuatku susah melukis wajahmu dalam pelukkan hangat sang Actuspurus…
Karna sebongkah Sabu tak mampu menggerakkan tubuhku untuk duduk disampingmu & membelaimu…
karna engkau adalah kesempurnaan itu sendiri dan engkau adalah alasan aku hidup sampai saat ini...
smoga damai slalu melingkupi hari-harimu.
Syaloom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar